Casual and dress up are two kinds of dress style options, but they differ intypes of clothing, selection of accessories, andtypes of footwear. First, types of clothing that we wear in casual is simpler than in dress up. For example, we wear t-shirt and blue jeans. Second, selection of accessories that we use is one kind or two kinds only, such as a wrist watch match with earrings or a wrist watch only. Finally, types of footwear in casual almost looks like sporty and it’s really standard. For example, you can use sneakers or flat shoes.
Dress up, on the other hand, is more elegant than casual but, it requires ustochoose the type ofclothing thatis moreluxurious, such as gown. In selection of accessories, we also have to use some accessories that can make our appearances look morebeautiful, such as earrings, necklace, bracelet, a ring, etc. Also, unlike casual style, types of footwear in dress up is more nice and feminine, such as high heels, wedge heels, or stilletto heels. Since casual is more comfortable for me, so I choose this style as my choice.
There are three kinds of things that can make a tie ugly, those are : a weird material, an unmatched design, and a wrong combination of color. The first thingis a weird material. A tie which is made of a weird material will make a tie becomes ugly. A tie should be made of smooth material like cotton, because it will make a tie looks more elegant. It is not good to use wool, polyester or acrylic because it will make a tie looks like some malignant tumor growing on the guy’s neck and it looks cheap. The second thing is an unmatched design. Design should not be a strange picture because it will make a tie becomes weird. A good design can be the simple stripes, squares, bubbles, or rectangles. The last thingis wrong combination of color.
The color and design have to be synchronizing each other. For example, combining orange bubbles with hot pink squares or dark brown stripes with neon blue rectangles will make a tie worst. It is good to make an elegant silk tie with simple stripes or squares in subdued but rich colors. At least, a tie can be ugly even if it is made of natural material but it doesn’t have any design at all and using wrong combination of color on it.
Pernah kebayang ga ya gimana rasa sakitnya kalo kecewa. Yang gue tau ya itu “sakit atau perih” *daleeeem* . Tapi yah ini kenyataan, Alhamdulillah biarpun gue ga bisa ngungkapin plus nunjukin kesedihan gue yang mendalam ini secara langsung dalam artian ungkapan yang total(full ekspresi plus deraian air mata) didepan sahabat-sahabat yang selalu menjadi tempat bersandar gue kalo lagi ga berdaya kayak sekarang *tariknafasdalem-dalem*, gue bisa numpahin semua curahan hati gue disini dengan emosi menggebu, diiringi lagu-lagu sendu, dan sedikit tetesan air mata kekesalan :’)
Let’s start
7th of April, 2011 was ended by me
Gue menyebut ini “relation-shit” . Bisa-bisanya, 3 bulan yang dulunya “relationship” harus berubah jadi relationshit karena beberapa faktor ketidakcocokan. Mungkin masih ada yang ga ngeh ya, sebenernya ini kisah cinta gue yang kandas *nyesek* . Lanjut. lelaki ini lelaki yang udah gue percaya bakal mencintai gue, sayang banget sama gue, dan ga bakal nyakitin gue (saking “percayanya”). Kita kenal karena memang udah temenan sejak SMA. “Dulunya sih ya sebelum pacaran, “dia” udah sayang banget sama gue, perhatian sama gue, apapun dia coba kasih biar gue bahagia. Sampe-sampe dulu, waktu gue juga lagi patah hati gini, dia yang sibuk ngumpulin temen-temen buat ngehibur gue. What happened actually ? ceritanya random nih -_____- . Intinya gitu lah ya pertemuan singkatnya dulu. Dia yang gue liat bener-bener tulus, buat gue sadar kalau yang dikasih Tuhan buat gue itu dia. Gue yakinin diri gue, kalau orang itu dia. Gue udah coba serius, dan move on dari masalah-masalah percintaan gue yang dulu-dulu (on the next entri). Akhirnya kita jadian ditanggal 7 april itu. Banyak banget halangan dan rintangan yang harus gue hadapin bareng dia. Mulai dari penolakan sahabat-sahabat gue yang ga suka sama dia, sikap papa, status dia sebagai Pekerja & Mahasiswa, sampe gangguan dari orang-orang lain. Bulan pertama, lupa hari jadian masih okelah ya, bulan kedua lupa lagi masih marah-marah centil aja, bulan ketiga kok mulai kerasa seseknya ya setelah menyadari kalo pacar gue 3 bulan berturut-turut ngelupain “hari jadi”. Emosi gue mulai naik, kecewa berat, bisa-bisanya hari yang penting itu dilupain. Saking cintanya gue sama dia, sampe-sampe gue harus ribet cerita ke temen-temen gue, cari solusi, curhat sama admin di twitter, multiple chat di bbm, sms, dll lah cuma buat ngeyakinin diri gue kalo masalah ini pasti ada jalan keluarnya. Jujur, kita emang backstreet karena gue belum dapet kepercayaan dari papa sama ibu gue buat pacaran. Kita jarang banget ngabisin waktu berdua, banyak halangan yang selalu dateng. Dia harus memprioritaskan pekerjaan dan kuliah dia, dan gue pun harus memprioritaskan keluarga dan kuliah gue. “I must stay at home every weekend” . Sementara dia cuma punya banyak waktu luang dua hari itu. 2 bulan tanpa komunikasi yang berarti, ga ada sms yang terus-terusan, ga ada bbm, ga ada telepon yang berulang-ulang, ga ada. Gue kepingin adanya introspeksi dimasa “gantung” itu. Tapi ternyata, setelah putus, gue tau semuanya. Alasan kenapa dia ga mencoba untuk melakukan perubahan. Gue kepingin inisiatif lebih dari pacar gue, gue butuh perhatian, gue butuh sms, gue butuh telepon, gue butuh itu ! bukan cuma gue, tapi kita. Udah lama gue kepingin mengakhiri hubungan ini, mungkin gue sama dia sama-sama ngerasa “Punya pacar, tapi berasa ga punya” . Tapi gue yakin, kita bakal bisa terus tapi ya akhirnya gue ga tahan lagi dan mengakhiri semuanya. Tapi apa yang gue dapet, jawaban yang buat hati gue makin sakit, perih, luka nih hati gueee ! woy ! Tanpa perlawanan atau pertahanan yang berarti dia cuma mengikhlaskan keputusan gue untuk pisah dan dia secara ga disengaja buat gue ngerti kalau dia pun sebenernya udah lama juga kepingin putus dari gue, entah atau karena dia ga tega, atau memang nungguin gue yang bilang putus, Who knows ? . Kepercayaan, kesetiaan yang gue kasih sama dia ternyata sia-sia begitu aja. Itu yang buat gue bener-bener kecewa dan masih ga nyangka ternyata dia pun melakukan hal yang ga jauh beda dari mantan gue sebelumnya. But I still believe, Regret comes at the end. Setidaknya gue lega, gue ga tersiksa batin lagi, gue ga perlu capek mikirin orang yang selama ini ga bener-bener mikirin gue. Gue ga bermaksud ngejelekin dia ditulisan ini, setidaknya gue cuma kepingin berbagi pengalaman tentang kisah cinta gue. Tuhan tau mana yang terbaik. Rasa sakit itu, membuat kita makin tegar untuk menghadapi cobaan dari Tuhan berikutnya. Tanpa lo sadari, gue sakit disini. Almost 180 days together, but now we’re finished. Gue kembali sendiri dan bakalan makin menikmati betapa indahnya kesendirian itu :’)
okey, to be honest, ini kali pertama gue buat akun blog . Ketinggalan zaman sih, tapi gapapa deh ya..
Anyway, kepikiran nyoba buat akun blog karena abis ngebaca blognya cewek cantik si "miss neptunus" bareng "soyjoy" *tring :)
Karena masih bingung gimana cara posting, pokoknya utak-atik blog, gue bakal banyak belajar plus nanya-nanya sama temen yang udah lama bergeliat di dunia per-blogger-an (sedikit lebay, #okey)